Mengenal Kemampuan Awal Peserta Didik melalui Tes Diagnostik

24 NEWS

Mengenal Kemampuan Awal Peserta Didik melalui Tes Diagnostik

Responsive image
Anak-anak sedang mengikuti asesmen literasi
Norma  /  23 Jul 2026

Suasana semangat dan penuh antusiasme mewarnai hari-hari pertama tahun ajaran baru di Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Sebelum memulai proses belajar mengajar, seluruh siswa mengikuti Asesmen Diagnostik sebagai langkah awal untuk mengenal lebih dekat kemampuan, karakter, serta kebutuhan belajar masing-masing.

Asesmen ini bukan sekadar tes, melainkan "peta awal" bagi para guru agar dapat merancang pembelajaran yang tepat sasaran, menyenangkan, dan bermakna. Dengan memahami potensi setiap anak sejak awal, guru dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal dan sesuai dengan gaya belajar siswa.

Antusiasa anak-anak dalam mengikuti tes ini terlihat dari suasana kelas yang tenang, santai, tetapi interaktif. Asesmen Diagnostik yang diikuti mencakup gaya belajar, literasi, dan numerasi. Tujuan dilaksanakannya tes ini untuk memudahkan guru dan orang tua mengenali kemampuan awal, kebutuhan belajar, serta potensi yang dimiliki oleh setiap murid.

Asesmen diagnostik ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Pada Selasa, 14 Juli 2026, dilaksanakan asesmen gaya belajar. Selanjutnya, pada Rabu, 15 Juli 2026, dilaksanakan asesmen literasi. Kemudian, pada Kamis, 16 Juli 2026, dilaksanakan asesmen numerasi.

Guru dapat dengan mudah memahami cara belajar murid melalui asesmen gaya belajar. Sementara itu, untuk memudahkan memetakan kemampuan siswa dalam membaca, memahami, dan mengelola informasi melalui asesmen literasi. Sementara itu melalui asesmen numerasi dapat memudahkan untuk memberikan gambaran dalam memahami angka, kemampuan berpikir logis, dan bagaimana cara menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari.

Norma Setyaningrum, M.Pd., Kepala Sekolah Sekolah Karkter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menyampaikan bawah setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mencapai potensi terbaik terbaiknya. Dengan dilaksanakan tes diagnostik ini maka guru mengetahui kondisi awal peserta didik sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif.

“Tes diagnostik bukanlah ajang untuk menentukan siapa yang terbaik atau siapa yang tertinggal. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih tepat sasaran, lebih bermakna, dan lebih berpihak pada kebutuhan setiap anak”, ujarnya

Anita Rahmawati, S.Pd., selaku Wali Kelas 6 Cendekia menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah tetapi dukungan dari orang tua juga memiliki peran penting untuk tumbuh kembang anak.

"Kami menyadari bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Dukungan dan kerja sama yang baik antar guru dan orang tua merupakan kunci penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak", ujarnya

Asesmen Diagnostik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas di Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Dengan data awal yang diperoleh, guru dapat menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif sehingga proses pendidikan mampu mengantarkan setiap peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan pelaksanaan Asesmen Diagnostik di awal tahun ajaran, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan setiap peserta didik. Melalui pemetaan kemampuan, karakter, serta potensi sejak dini, diharapkan setiap anak dapat belajar dengan lebih optimal, percaya diri, dan berkembang sesuai potensi terbaiknya.

Penulis: Retno Nurus