Lebih dari Sekadar Membaca: Menginspirasi Wali Murid SD Muhammadiyah 24 Surabaya untuk Melahirkan Generasi yang Hidup Bersama Al-Qur’an

24 NEWS

Lebih dari Sekadar Membaca: Menginspirasi Wali Murid SD Muhammadiyah 24 Surabaya untuk Melahirkan Generasi yang Hidup Bersama Al-Qur’an

Responsive image
Wali Murid Sangat Antusias Mengikuti Kajian Parenting dan Halal Bihalal Sekolah Karakter
Norma  /  05 Apr 2026

Memanfaatkan momentum Idulfitri, SD Muhammadiyah 24 Surabaya menggelar agenda rutin tahunan berupa Kajian Parenting dan Halalbihalal di Masjid Al-Mufidah pada Sabtu (04/04). Mengusung tema "Membangun Generasi Qur’ani yang Mandiri dan Gemar Silaturahim," acara ini bertujuan membekali wali murid kelas 1 hingga 6 tentang pentingnya menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini.

Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua PDM Surabaya, Ustadz Muhammad Jemadi, M.Pd., memberikan perspektif mendalam mengenai makna "Generasi Qur’ani". Menurut beliau, generasi ini bukan sekadar mampu membaca Al-Qur’an secara lisan, melainkan mereka yang mampu menjadikan nilai-nilai kitab suci sebagai kompas dalam setiap tindakan, tutur kata, dan pengambilan keputusan di kehidupan sehari-hari.

Dalam kajiannya, Ustadz Jemadi merumuskan lima karakter utama yang wajib dibentuk oleh orang tua demi menciptakan generasi masa depan yang tangguh:

  1. Iman yang Hidup: Menjaga kedekatan hati dengan Sang Pencipta agar anak memiliki prinsip yang kokoh.
  2. Interaksi Intens dengan Al-Qur’an: Menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan utama dan sahabat dalam keseharian.
  3. Implementasi Akhlakul Karimah: Menampilkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islami kepada lingkungan sekitar.
  4. Kemandirian Psikologis: Melatih ketahanan mental anak agar tidak mudah menyerah dan mampu menghadapi realita kehidupan secara mandiri.
  5. Budaya Silaturahim: Membangun kebiasaan menjalin hubungan baik dengan sesama sebagai sumber keberkahan.

Pentingnya Keteladanan Orang Tua

Lebih lanjut, Ustadz Jemadi menekankan bahwa metode pendidikan terbaik bukanlah sekadar instruksi lisan, melainkan keteladanan (uswah). Beliau mengingatkan agar orang tua tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga mengisi aspek spiritual anak agar sukses dunia dan akhirat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Norma Setyaningrum, M.Pd., menyatakan bahwa kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat krusial. Beliau berharap melalui kegiatan ini, tercipta keselarasan dalam mendidik siswa menjadi pribadi yang mandiri, teguh pada prinsip Al-Qur'an, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi melalui semangat silaturahim.

Penulis : Nurhayati