Lestarikan Alam dalam Botol: Siswa Kelas 4 Pukau Orang Tua dengan Proyek Terrarium

24 NEWS

Lestarikan Alam dalam Botol: Siswa Kelas 4 Pukau Orang Tua dengan Proyek Terrarium

Responsive image
Siswa kelas 4 sekolah karakter dengan percaya diri mempresentasikan proyek terrarium
Norma  /  10 Mar 2026

Ada yang berbeda pada perhelatan Parent-Teacher Conference (PTC) kali ini. Jika biasanya ruang kelas hanya dipenuhi diskusi serius mengenai perkembangan karakter dan akademik, koridor kelas 4 justru berubah menjadi pameran sains mini yang hijau dan edukatif. PTC ini diikuti puluhan siswa kelas 4 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya pada Sabtu (07/3).

Di antara diskusi hangat mengenai capaian karakter, nilai religi, dan progres akademis, perhatian para orang tua tertuju pada deretan wadah kaca yang tertata rapi di atas meja kayu. Itulah hasil karya tangan mungil siswa kelas 4: sebuah ekosistem mini dalam bentuk terrarium sederhana yang menjadi jantung dari proyek keanekaragaman hayati mereka semester ini.

Satu per satu siswa berdiri dengan tegap di samping karya mereka, menyambut orang tua bukan dengan keluhan tugas, melainkan dengan penjelasan ilmiah yang memukau. Dengan jemari yang masih sesekali menunjuk ke arah lapisan pasir dan bebatuan di dasar botol, mereka menceritakan bagaimana alam bekerja dalam ruang yang sangat terbatas. Mereka berkisah tentang pentingnya drainase agar akar tidak membusuk, peran arang sebagai pemurni udara alami, hingga bagaimana lumut dan tanaman kecil di dalamnya mampu menciptakan hujan sendiri melalui proses penguapan dan kondensasi di dinding kaca.

Proyek ini menjadi jembatan yang sempurna untuk menunjukkan sisi lain dari perkembangan siswa yang tidak terlihat dalam angka rapor. Di balik rimbunnya tanaman di dalam botol tersebut, para orang tua dapat melihat kemandirian anak-anak mereka dalam menyusun media tanam dan ketelitian mereka dalam memilih flora yang sesuai dengan iklim mikro terrarium. Ada binar kebanggaan di mata para siswa saat mereka berhasil menjawab pertanyaan kritis orang tua mengenai mengapa ekosistem tersebut bisa bertahan meski wadahnya tertutup rapat.

Presentasi ini mengubah suasana PTC yang biasanya kaku menjadi sebuah perayaan keberhasilan belajar yang nyata. Bagi para orang tua, terrarium tersebut bukan sekadar hiasan meja, melainkan bukti hidup bahwa anak-anak mereka telah belajar untuk mencintai dan memahami kerumitan alam semesta. Di akhir sesi, diskusi mengenai aspek religi dan akademis pun mengalir lebih ringan, terinspirasi oleh semangat para siswa yang baru saja membuktikan bahwa tanggung jawab menjaga bumi bisa dimulai dari sebuah botol kaca sederhana.