Menjemput Masa Depan: Narasi Progresif Siswa Kelas 6 Sekolah Karakter dalam Forum PTC

24 NEWS

Menjemput Masa Depan: Narasi Progresif Siswa Kelas 6 Sekolah Karakter dalam Forum PTC

Responsive image
Siswa sekolah karakter mempresentasikan future planning di depan wali murid
Norma  /  10 Mar 2026

Puluhan Siswa kelas 6 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengikuti PTC Pada hari Sabtu (07/3). Gelaran Parent-Teacher Conference (PTC) kelas 6 semester ini bertransformasi menjadi panggung unjuk visi yang memukau. Melalui proyek bertajuk "Future Planning", para siswa tidak lagi sekadar melaporkan hasil belajar, melainkan membedah cetak biru kehidupan mereka di masa depan. Pentingnya perencanaan masa depan bagi siswa usia sekolah dasar merupakan fondasi karakter agar mereka memiliki arah yang jelas (sense of direction) di tengah disrupsi zaman. Dengan memetakan cita-cita sejak dini, siswa belajar bahwa kesuksesan bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari pertemuan antara hobi yang ditekuni secara konsisten dan langkah strategis yang disusun dengan rapi.

Penyusunan proyek ini menekankan bahwa hobi yang sering dianggap remeh sebenarnya adalah benih kompetensi. Seorang siswa yang gemar mengutak-atik perangkat elektronik, misalnya, diarahkan untuk melihat potensi dirinya sebagai insinyur masa depan, lengkap dengan langkah konkret seperti memperdalam sains dan melatih logika berpikir. Nilai-nilai ini pun disandarkan pada pesan spiritual dalam Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 18, yang mengajak setiap jiwa untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Hal ini mengajarkan siswa bahwa merencanakan masa depan adalah bagian dari ketakwaan dan bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah yang harus memberi manfaat bagi semesta, sejalan dengan pesan hadis bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Momen presentasi ini memancing haru sekaligus kebanggaan dari para orang tua yang hadir. Salah satu perwakilan orang tua siswa menyatakan bahwa melihat anaknya berbicara tentang target hidup dengan sangat terstruktur adalah sebuah pencerahan. Ia merasa proyek ini membantu orang tua untuk lebih memahami sisi lain dari hobi anak mereka yang selama ini mungkin luput dari perhatian, sehingga pola asuh di rumah kini memiliki sinkronisasi yang lebih kuat dengan ambisi positif sang anak. Orang tua menyadari bahwa dukungan mereka kini bukan lagi sekadar fasilitas, melainkan pendampingan terhadap rencana yang telah dibuat sendiri oleh sang anak.

Senada dengan hal tersebut, salah satu wali kelas 6 yakni Ustadzah Anita menegaskan bahwa tujuan utama dari proyek ini adalah menumbuhkan kemandirian berpikir. Menurut beliau, tugas pendidik bukan hanya memberikan materi di kelas, tetapi membekali siswa dengan "kompas" kehidupan. Dengan memiliki rencana masa depan, siswa diharapkan memiliki daya tahan (resilience) yang kuat; mereka tidak akan mudah menyerah saat menghadapi kesulitan belajar karena mereka tahu ada tujuan besar yang sedang mereka tuju. Sekolah berharap, keberanian siswa dalam memaparkan langkah-langkah konkret menuju cita-cita ini menjadi awal dari perjalanan panjang mereka menjadi pribadi yang berdaya dan berakhlak mulia.