Siswa Sekolah Karakter Ubah Lemon Jadi Sumber Energi, Pukau Orang Tua di Agenda PTC

24 NEWS

Siswa Sekolah Karakter Ubah Lemon Jadi Sumber Energi, Pukau Orang Tua di Agenda PTC

Responsive image
Dengan penuh percaya diri, siswa kelas 5 merangkai baterai ajaib dari lemon di PTC
Norma  /  08 Mar 2026

Suasana Parent-Teacher Conference (PTC) di SD Muhammadiyah 24 Surabaya kali ini terasa berbeda. Selain agenda rutin berbagi perkembangan karakter dan akademik (sharing session), para orang tua siswa kelas 5 dibuat takjub oleh demonstrasi sains bertajuk "Baterai Ajaib dari Lemon."

Dalam presentasi tersebut, para siswa tidak hanya menunjukkan hasil akhir, tetapi juga menjelaskan prinsip ilmiah di balik eksperimen mereka. Dengan penuh percaya diri, mereka merangkai lempengan tembaga dan seng ke dalam buah lemon untuk menciptakan aliran listrik.

Tepuk tangan meriah pecah saat lampu LED kecil yang dihubungkan ke rangkaian buah lemon tersebut mulai menyala.

"Melihat anak saya menjelaskan konsep arus listrik dengan sangat lancar adalah kebanggaan tersendiri. Ini membuktikan bahwa belajar sains tidak harus membosankan," ujar Bunda Ananda Ghaisan.

Proyek ini merupakan puncak dari pembelajaran jangka panjang yang telah dimulai sejak masa Penilaian Tengah Semester (PTS) lalu. Di depan meja yang dipenuhi buah lemon, kabel, dan lampu LED, para siswa dengan cekatan merakit sumber energi alternatif. Mereka menjelaskan bahwa asam sitrat dalam lemon dapat berfungsi sebagai elektrolit yang menghantarkan elektron antar lempeng logam, sehingga mampu menyalakan lampu.

Ustadzah Nurhayati, S.Pd salah satu wali kelas 5, menjelaskan bahwa proyek ini bukan instan. "Proyek baterai lemon ini sebenarnya sudah dicicil dan dilakukan anak-anak mulai dari persiapan PTS kemarin. Mereka melakukan riset mandiri, berkali-kali gagal karena kabel yang longgar atau buah yang kurang asam, hingga akhirnya hari ini mereka berani melakukan demonstrasi langsung di depan orang tua. Fokus kami adalah membangun mentalitas saintis yang tidak takut mencoba," ungkapnya.

Keberhasilan proyek "Baterai Ajaib Lemon" ini memberikan kesimpulan penting bahwa pendidikan sains di tingkat sekolah dasar adalah fondasi utama dalam membentuk karakter inovatif. Dengan melibatkan siswa dalam proyek nyata sejak dini, sekolah tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mengasah keterampilan abad ke-21: kreativitas, kolaborasi, dan ketekunan.