Dari Alam untuk Pendidikan, SD Muhammadiyah 24 Surabaya Asah Karakter Lewat Outbound di Ranting Sewu Pasuruan

24 NEWS

Dari Alam untuk Pendidikan, SD Muhammadiyah 24 Surabaya Asah Karakter Lewat Outbound di Ranting Sewu Pasuruan

Responsive image
Seorang siswa tengah mangamati tanaman hidroponik
Norma  /  05 Feb 2026

Sukses dilaksanakannya Outbound oleh SD Muhammadiyah 24 Surabaya yang diikuti 100 siswa kelas 2 di Ranting Sewu Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada hari Kamis (29/12/2026). Kegiatan dengan tema “Little Scientist Outdoor Adventure” ini bertujuan menumbuhkan jiwa saintis sejak dini yang terintegrasi dengan nilai-nilai kehidupan yang berkarakter.

Sejalan dengan tujuan yang diharapkan, para siswa berkumpul di sekolah, pukul 06.30 WIB untuk melaksanakan rutinitas sholat dhuha, kemudian dilanjut pengarahan dan pembukaan secara simbolis dalam bentuk pemberian ID Card oleh Kepala Sekolah.

Ustadzah Norma, selaku Kepala Sekolah menyampaikan bahwa Outbound tidak sekedar bersenang-senang di tempat alam terbuka, namun perlu kesadaran jika di setiap tempat harus menjaga adab dan akhlak. Melalui pesan ini, Ustadzah Norma memberikan pengarahan ke guru maupun siswa untuk selalu berdoa dimanapun berada.


Tepat pukul 07.30 WIB, rombongan dengan 2 armada bus berangkat menuju lokasi Ranting Sewu, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Di lokasi, para siswa diajak berpetualang untuk mengenal alam semesta. Dimulai mengajak ke ruang planetarium, di dalamnya siswa dikenalkan tata surya yang dikemas dalam bentuk cerita sederhana dan tampilan 3D, yang memuat tentang proses kejadian matahari terbit hingga tenggelam,mengenal luar angkasa terdiri dari pengenalan planet-planet dan strukturnya, serta mengajarkan arti rasa syukur dapat tinggal di planet bumi. Antusias para siswa terbayar lunas ketika usai keluar dari ruang tersebut.


Fatih, siswa kelas 2 Cheerful menyampaikan bahwa sangat seru, menarik, dan ingin melihat kembali. Demikian dengan Sakha, siswa kelas 2 Respectful menyampaikan jika tayangan tentang luar angkasa menjadi daya tariknya untuk semakin semangat belajar terutama tentang nama-nama planet.


Kegiatan berlanjut dengan edukasi flora dan fauna. Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengamati perilaku maupun karakteristik dari beberapa hewan yang jarang ditemukan di lingkungan sekitar, seperti burung merak, jenis unggas, dan lain jenisnya. Sedangkan dunia flora, siswa diajak cara bercocok tanam secara konvensional dan modern. Secara konvensional, seluruh siswa terjun ke sawah yang berlumpur untuk belajar menanam padi, sedangkan secara modern, siswa diperkenalkan cara menanam tanaman hidroponik. Tujuan edukasi ini, supaya siswa mengetahui lahan yang semakin sempit, masih memiliki kesempatan menanam dengan cara hidroponik pada jenis tanaman tertentu.


Rangkaian ditutup dengan kegiatan berenang di kolam renang. Sebagaimana di awal yang tidak sekedar untuk bersenang- senang. Kondisi basah dan licin mengajarkan kepada siswa tentang nilai kepedulian dan hati-hati sebagai bentuk edukasi karakter. Tidak sampai itu saja, membersihkan badan hingga ganti baju bersih menjadi wujud menumbuhkan nilai karakter dalam bentuk tanggung jawab, kejujuran, dan kemandirian. (Us Dini)