Wujud Komitmen Pelayanan Pendidikan yang Inklusif, Sekolah Karakter Gelar Pelatihan Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus

24 NEWS

Wujud Komitmen Pelayanan Pendidikan yang Inklusif, Sekolah Karakter Gelar Pelatihan Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus

Responsive image
Sesi diskusi mengenai penanganan siswa berkebutuhan khusus bersama pemateri
Norma  /  12 Jul 2025

Guna memperkuat komitmen terhadap layanan pendidikan yang inklusif, SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengadakan pelatihan pengenalan dan penanganan siswa berkebutuhan khusus bagi seluruh guru dan karyawan pada hari Jum’at (11/7). Kegiatan ini merupakan langkah nyata sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan adaptif untuk semua peserta didik, tanpa terkecuali.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Miss Fenzy dari MBA Spartans Center, yang dikenal sebagai praktisi pendidikan inklusi dengan pengalaman mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Dalam sesi pelatihan, Miss Fenzy memberikan penjelasan mendalam tentang karakteristik berbagai jenis kebutuhan khusus serta strategi penanganan yang efektif di lingkungan sekolah dasar.

Tidak hanya penyampaian materi, pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung. Para peserta diajak untuk melakukan simulasi penanganan siswa berkebutuhan khusus dalam berbagai kondisi yang mungkin terjadi di kelas, seperti saat tantrum.

Ustadzah Irmatun Nadhifah S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk membekali para pendidik dan tenaga kependidikan dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus.

“Pelatihan ini bukan hanya untuk memahami karakteristik mereka, tapi juga agar para guru bisa merespons dengan bijak dan tepat ketika menghadapi situasi-situasi tertentu. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan hak yang sama dalam pembelajaran,” ungkap Ustadzah Irmatun Nadhifah S.Pd.,

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 24 Surabaya menunjukkan komitmen kuat sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga peduli terhadap keberagaman dan kebutuhan individual peserta didik. Harapannya, seluruh tenaga pendidik mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, aman, dan inklusif bagi semua anak.