24 NEWS
Kantongi Sejumlah Piala, Khalila Siap Ikuti Lomba MTQ Nasional 2024 di Bandung
SD Muhammadiyah 24 Surabaya terus berupaya menggali potensi terbaik yang dimiliki para peserta didik. Hasilnya pun lumayan. Tak sedikit dari mereka yang menorehkan prestasi gemilang. Salah satunya, Khalila Fatihah Azzahra dari kelas 5 Dermawan.
—----------
Potensi-potensi yang dimiliki para siswa-siswi itu diasah melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul). Sebagian mereka ikut ekskul tertentu atas dorongan sendiri. Ada pula yang awalnya atas kemauan wali murid.
“Dulu diminta orang tua,” ujar Khalila. Gadis 11 tahun itu baru ikut ekskul Tahfidz sejak duduk di bangku 5 SD. Dia tak tahu alasan kedua orang tuanya. Dan ternyata baru tahu bahwa Tahfidz itu kegiatan menghafal Al-Qur’an.
Meski awalnya susah, tetapi Khalila cukup menikmatinya. Dia senang punya banyak teman. Terutama untuk kegiatan murojaah bersama.
“Kalau ngapalin bisa cepet. Murojaah itu yang susah,” selorohnya. Sebetulnya, Khalila sudah punya cukup modal sebelum ikut ekskul Tahfidz. Saat duduk di bangku kelas 1, gadis kelahiran 18 September 2012 ini diminta menghafal juz 30.
Khalila bisa menghafal cukup cepat. Bahkan, dia diikutkan lomba munaqosah antarkelas. Dan keluar sebagai juara.
Mungkin bakat itulah yang menjadi alasan kedua orang tua memasukkannya ke ekskul Tahfidz. Di sisi lain, Khalila juga makin suka menghafal surat-surat dalam Al-Qur’an.
Tak cuma itu. Khalila mengembangkan bakat lain begitu naik ke kelas 2. Selain ikut tahfidz, dia juga terpilih untuk mengikuti Lomba Berkisah level nasional.
Seni bertutur yang dimilikinya lumayan. Bisa mengantarkannya menjadi nominasi juara. Saat itu dia membawakan cerita sahabat Nabi Muhammad, Uwais Al Qarni.
“Terus ada lagi ikut yang online, karena pas itu masih Covid-19. Tapi, nggak juara,” ucap putri dari pasangan Husnul Khotimah dan Fery Ardiyana itu lantas tertawa.
Tentu saja, Khalila tak patah arang. Dia masih bersemangat mengikuti lomba lain. Dan terbukti saat kelas 3. Khalila menempati podium juara kedua di Surabaya. “Saat itu bawain kisah kelahiran Nabi Muhammad,” tandasnya.
Semangat itu terus menyala hingga kelas 4. Khalila mulai menjajal kemampuannya yang terasah di ekskul Tahfidz. Dia diikutkan lomba Tahfidz yang digelar oleh SMP Muhammadiyah 2 Surabaya.
Hasilnya tak mengecewakan. Khalila berhasil menyabet juara 2. Saat ini, Khalila duduk di bangku kelas 5. Koleksi pialanya di bidang Tahfidz pun ikut bertambah.
Khalila menyabet juara 2 lomba Tahfidz yang digelar Islamic Education Fair 2023. Lantas juga keluar sebagai juara pertama lomba Tahfidz yang digelar oleh SMP Muhammadiyah 2 Surabaya.
Selain itu, Khalila pun ikut ekskul paskibraka. Bersama timnya, dia sudah sukses mengantongi sejumlah piala.
Lalu, apa yang memotivasi Khalila sehingga bisa meraih cukup prestasi? “Pas menang lomba dibeliin apa yang aku mau sama orang tua. Kadang pingin mainan, hoodie, tapi nggak boleh banyak-banyak,” jawabnya lantas tertawa lagi.
Namun, bukan reward dari orang tua yang menjadi memotivasinya. Melainkan rasa puas karena bisa merampungkan tantangan pada setiap perlombaan.
Februari nanti, Khalila akan mengikuti lomba Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional di Universitas Muhammadiyah Bandung pada Maret nanti. Dia akan mengambil kategori Qiraah untuk kali pertama. Tentu tantangannya tak ringan.
Lomba itu level nasional, pesertanya pasti diambil dari yang terbaik di masing-masing sekolah. Namun, Khalila tak gentar. Terus giat berlatih.
Dia menyadari sejumlah teknik yang sulit. Mulai dari pengaturan nafas, artikulasi yang harus jelas, dan menyesuaikan setiap ayat dengan nada.
“Kalau ayat pendek, tapi nada tinggi, itu yang kadang masih terputus. Jadi kalau gak tau nadanya pasti susah. Tapi, kalau nanti bisa menang, ini menjadi yang paling berkesan,” harapnya. (tib)