Keseruan Siswa Kelas 1 Sekolah Karakter Praktik Membuat Choco Truffle

24 NEWS

Keseruan Siswa Kelas 1 Sekolah Karakter Praktik Membuat Choco Truffle

Responsive image
Siswa Kelas 1 Praktik Membuat Choco Truffle
Norma  /  27 Feb 2025

Sebanyak 103 siswa kelas 1 turut serta dalam praktik pembuatan choco truffle yang diadakan pada 17-18 Februari 2025. Ustadzah Aniesah, selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa entrepreneur class ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia kewirausahaan kepada siswa, menanamkan jiwa wirausaha, serta mengajarkan strategi pemasaran produk kepada pelanggan.

Kegiatan ini menghadirkan guru tamu, Shofiatush Sholikhah ME, yang juga merupakan wali murid dari Ananda Azkia, siswa kelas 1 Optimistic. Dalam sesi tersebut, ia memaparkan berbagai bahan yang digunakan dalam proses pembuatan choco truffle.

“Ada biskuit regal, mentega, susu kental manis, bubuk coklat, coklat batang yang dilelehkan, serta sprinkle sebagai hiasan,” katanya.

Proses pembuatannya cukup sederhana:

  1. Menghancurkan 5 keping biskuit regal
  2. Menambahkan 1 sendok bubuk coklat, 1 sendok mentega, dan 1 sachet susu kental manis, lalu mencampurnya hingga merata
  3. Membentuk adonan menjadi bola-bola kecil
  4. Melelehkan coklat batang dan mencelupkan bola-bola tersebut ke dalamnya
  5. Menempatkan bola-bola yang sudah dilapisi coklat ke dalam cup kecil dan menaburkan sprinkle di atasnya
  6. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa. Aiyra, salah satu peserta, mengungkapkan kesenangannya karena bisa memasak bersama teman-teman dan belajar cara membuat choco truffle yang lezat.

Sementara itu, Tami mengungkapkan bahwa ia tidak hanya belajar memasak, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang cara memasarkan produk tersebut.

Ustadzah Ella, salah satu guru kelas 1, turut mengapresiasi antusiasme siswa dalam mengikuti entrepreneur class. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting, karena biasanya anak-anak lebih terbiasa membeli barang, sedangkan melalui kegiatan ini mereka diajarkan untuk memproduksi sekaligus menjual produk mereka sendiri.

“Hal ini selaras dengan tujuan program, yaitu menumbuhkan jiwa entrepreneur kids di era Generasi Alpha,” ujarnya.

Guru tamu, Shofi, juga membagikan kesannya setelah mengisi sesi ini. Ia merasa senang dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak serta berbagi pengalaman baru. Bahkan, ia menambahkan bahwa choco truffle dapat menjadi inspirasi camilan rumahan, termasuk sebagai kue lebaran yang bisa disimpan dalam toples.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh keterampilan memasak, tetapi juga memahami dasar-dasar bisnis dan pemasaran sejak dini.